Dalam beberapa tahun ke depan, kita semua harus bersiap dengan penggantian berbagai bidang pekerjaan dan keahlian, secara besar-besaran. Hal ini disebabkan oleh adopsi bermacam teknologi, terutama AI dan otomatisasi.

Penelitian yang dilakukan oleh World Economic Forum pada tahun 2018 dan 2020, menghasilkan laporan, bahwa pada tahun 2025 nanti, rata-rata waktu yang dihabiskan oleh manusia dan mesin / robot berdasarkan tugasnya di tempat kerja, diperkirakan akan seimbang .

Mereka juga memperkirakan, bahwa akan ada 85 juta pekerjaan yang hilang / tergeser / tergantikan, oleh perubahan besar-besaran (dalam kaitan pembagian tenaga kerja antara manusia dan mesin/robot) pada tahun 2025 tersebut.

Tetapi…, jangan kuatir masa depan kamu akan suram.

World Economic Forum juga memperkirakan bahwa akan ada 97 juta peran pekerjaan baru yang mungkin muncul di 15 industri dan 26 sektor ekonomi, termasuk peluang-peluang baru di industri besar metaverse !

Bidang Pekerjaan Yang Akan Hilang

Prediksi mengenai skill dan peran (pekerjaan) yang akan hilang, atau permintaannya yang berkurang, seringkali dicerminkan oleh tren yang sedang terjadi, yang itu sudah kamu lihat, dan mungkin juga sudah kamu alami sendiri. Jadi ini bukan sesuatu yang tiba-tiba terjadi dalam sekejap.

Kamu bisa dengan mudah menyadarinya, ketika melihat beberapa perusahaan sudah mulai bereksperimen dengan mesin / bot pada posisi / peran yang berbasis layanan. Juga penerapan Artificial Intelligence dan otomatisasi untuk menggantikan beberapa tugas yang sebelumnya dilakukan oleh manusia.

Tetapi, pada beberapa kasus peran/posisi yang menghilang, teknologi justru memberikan peluang posisi baru (bagi orang dengan peran yang menghilang tersebut), untuk berpindah ke bidang pekerjaan lain (yang baru tercipta), pada posisi yang lain, seperti pada manajemen, strategi, atau pengawasan, terutama bagi mereka yang telah memiliki pengalaman operasional sebelumnya.

Hal menarik tentang peran/posisi (pekerjaan) yang menghilang tersebut adalah, bahwa dalam beberapa hal, pekerjaan itu malah sejajar, serta berhubungan dengan peran/posisi yang tren-nya sedang meningkat itu.

Jadi, ada peluang bagi seorang staf untuk dialihkan ke bidang pekerjaan lain, dengan menggunakan keterampilan dan pengalaman yang telah mereka kembangkan sebelumnya, untuk pindah ke industri yang sedang berkembang pesat.

Peran Kerja Yang Berubah

Kita juga bisa melihat kesejajaran, di mana jenis peran pekerjaan tertentu yang sedang “hilang” atau turun demand-nya, tetapi membawa keterampilan dan pengalaman yang sangat mirip, yang dibutuhkan untuk peran pekerjaan baru yang “tercipta”.

Misalnya, ketika peran kerja seorang ahli pelatihan dan pengembangan sedang “turun”, kita tahu bahwa sektor pembelajaran dan pengembangan tumbuh dan berkembang dengan peluang baru, yang mungkin tidak terlihat seperti sebelumnya.

Ketika pekerjaan di Sumber Daya Manusia dilaporkan oleh World Economic Forum mengalami penurunan, tetapi bidang SDM lainnya ternyata meningkat, terutama di bidang pengelolaan beberapa aspek transisi, yang sangat berpengaruh dalam perubahan besar ketenagakerjaan.

Petugas layanan pos sedang menurun, tetapi kita juga tahu bahwa pasar pengiriman paket sedang meledak, menghadirkan banyak peluang di sektor pengiriman. Ketika banyak yang akan bisa digantikan oleh mesin / robot, maka elemen manusia juga akan dibutuhkan untuk hal yang lain.

Ketika buruh bangunan semakin berkurang, industri konstruksi masih diproyeksikan tumbuh dalam lima tahun ke depan, bersama dengan penyerapan tenaga kerja di sektor itu. Hanya saja, beberapa peran yang lebih diminati dalam konstruksi akan berubah.

Sekali lagi, selalu ada peluang bagi mereka yang ingin terlibat dalam pasar dan industri yang terus berkembang ini, meskipun sayangnya, itu tidak menjamin pekerjaan yang aman, memberikan fleksibilitas yang lebih baik, dan pendapatan langsung.

Profesi Yang Akan Hilang Dan Muncul Di Tahun 2025

Dalam Future of Jobs Survey 2020, yang dilakukan oleh World Economic Forum (WEF), inilah peran / posisi pekerjaan yang akan menurun permintaannya, bahkan mungkin akan hilang. Selain itu, ada juga permintaan peran pekerjaan yang akan meningkat seiring dengan perubahan kebutuhan perusahaan.

Profesi Yang Akan Hilang Atau Menurun Permintaannya

  • Petugas entri data
  • Sekretaris eksekutif dan administrasi
  • Staf akuntansi, pembukuan, dan penggajian
  • Akuntan dan auditor
  • Pekerja pabrik dan perakitan
  • Manajer layanan bisnis dan administrasi
  • Pekerja pada layanan pelanggan dan informasi klien
  • Manajer umum dan operasional
  • Mekanik dan tukang reparasi mesin
  • Petugas pencatatan dan penyimpanan stok material
  • Analis keuangan
  • Petugas layanan pos
  • Agen penjualan grosir produk kebutuhan manusia, agenn penjual teknologi, dan sains
  • Relationship manager
  • Teller bank dan pegawai terkait
  • Penjualan dari pintu ke pintu, pedagang surat kabar dan pedagang kaki lima
  • Installer dan perbaikan barang elektronik / telekomunikasi
  • Spesialis sumber daya manusia
  • Spesialis pelatihan dan pengembangan
  • Kuli bangunan

Profesi Yang Akan Meningkat Permintaannya Pada Tahun 2025

  • Data analyst dan ilmuwan
  • Spesialis Machine learning dan Artificial Intelligence
  • Spesialis Big Data
  • Pakar strategi dan pemasaran digital
  • Spesialis otomatisasi proses
  • Spesialis business development
  • Spesialis transformasi digital
  • Analis keamanan informasi
  • Pengembang aplikasi perangkat lunak
  • Spesialis Internet of things
  • Project Manager
  • Profesional database dan jaringan
  • Engineer Robotika
  • Strategic advisor
  • Analis manajemen dan organisasi
  • Engineer FinTech
  • Spesialis pengembangan organisasi
  • Spesialis risk management

15 Skill Teratas Menurut WEF Untuk Tahun 2025

Tidak semua skill ini tentang pengembangan perangkat lunak, keamanan siber, dan teknologi. Sebaliknya, ini tentang kreativitas, pemecahan masalah, pemikiran analitis, dan inovasi.

  • Pemikiran analitis dan inovasi
  • Pembelajaran aktif dan strategi pembelajaran
  • Pemecahan masalah yang kompleks
  • Berpikir kritis dan analisis
  • Kreativitas, orisinal, dan inisiatif
  • Kepemimpinan dan pengaruh sosial
  • Penggunaan, pemantauan, dan pengendalian teknologi
  • Teknologi desain dan pemrograman
  • Ketahanan, toleransi stres, dan fleksibilitas
  • Penalaran, pemecahan masalah, dan ide
  • Kecerdasan emosional
  • Pemecahan masalah dan pengalaman pengguna
  • Orientasi layanan
  • Analisis dan evaluasi sistem
  • Persuasi dan negosiasi

6 Bidang Pekerjaan Di Metaverse

Metaverse adalah kata yang memunculkan banyak arti berbeda bagi masyarakat. Untuk sebagian orang, itu adalah pengalaman virtual reality yang imersif dalam sebuah lanskap yang terus ada. Untuk sebagian orang lainnya menganggap itu sebagai gabungan teknologi tertentu, dan bagi sebagian orang lain lagi, itu adalah visi masyarakat masa depan.

6 Bidang Pekerjaan Di Metaverse

Metaverse menimbulkan peluang ekonomi baru bagi orang-orang di seluruh dunia. Juga bentuk-bentuk pekerjaan baru yang muncul di generasi internet berikutnya.

Pastinya, sejumlah besar pekerjaan akan berada di bidang sains, teknik, dan bisnis, yang diperlukan untuk membangun seluruh value-chain. Mulai dari semikonduktor dan bahan dasar, hingga perangkat lunak yang memungkinkan metaverse terjadi.

Tetapi di sini, kita akan menitikberatkan pada pekerjaan-pekerjaan yang akan ada di metaverse, bukan pada pekerjaan-pekerjaan yang terlibat dalam pembuatan metaverse.

Dengan kata lain, pekerjaan dan profesi baru yang muncul ini adalah aspek transformatif metaverse, dari apa yang semua kita lakukan. Pekerjaan dan profesi itu, kita bagi dalam 6 bidang pekerjaan itu :

Creator

Setiap orang yang menambahkan sesuatu ke metaverse, adalah bagian dari kreator ekonomi. Dalam hal ini, kita mengacu pada orang-orang yang membuat komponen-komponen, yang akan disematkan, digabungkan, dan dimanfaatkan oleh para builder, performer, dan partisipan lainnya.

Dalam laporan pendapatannya baru-baru ini, Unity mencatat bahwa telah terjadi tren dalam pembuatan game, yaitu para artist justru jumlahnya jauh lebih banyak, dibandingkan dengan jumlah para teknolog. Hal ini bisa menginformasikan bagaimana metaverse akan tumbuh.

Yang termasuk dalam bidang pekerjaan creator ini adalah seniman, pemodel, penulis dialog, pencipta motion-capture, penulis dialog, desainer karakter, komposer, videografer, perancang busana dan banyak bentuk kreativitas lainnya.

Partisipan dan Player

Yang termasuk dalam bidang pekerjaan / profesi ini adalah mereka yang melakukan play-to-earn, partisipan dalam tata kelola DAO (Decentralized Autonomous Organization, yaitu orang yang kita sebut saja sebagai DAOists), customizer, leader dari perserikatan, trader, spekulan, dan para penggila permainan.

Saya akan menjelaskan tentang play-to-earn (P2E) lebih lanjut.

Saat ini, play-to-earn secara kasarnya mencerminkan dunia “gold farming” yang telah terjadi di MMORPG seperti World of Warcraft.
Para pemain naik level dan mengumpulkan karakter.

Perbedaannya sekarang adalah, bahwa beberapa permainan telah dibangun pada struktur ekonominya sendiri sejak awal, bukan pada pasar sekunder gelap.

Bayangkan bahwa Play-to-earn itu akan berkembang dengan tidak terbatas pada layanan powerleveling saja. Tetapi, game akan mencakup kreator ekonomi dengan menggunakan konten mereka sendiri. Hal ini akan membuat peluang bagi partisipan untuk memperoleh penghasilan melalui kustomisasi, eksperimen, dan eksplorasi.

Performer

Ini adalah bentuk lain dari para creator, tetapi profesi ini berfokus pada pekerjaan yang bersifat real-time (berlawanan dengan yang telah dibuat, atau direkam sebelumnya).

Yang termasuk dalam bidang pekerjaan ini adalah mereka yang melakukan akting secara live, musisi, guide, streamer, vtuber, edukator, leader, dan coach.

Komunitas

Salah satu keuntungan dari metaverse adalah, akan menempatkan kontak para creator dan performer secara lebih dekat dengan para partisipan di komunitas mereka.

Pekerjaan ini melibatkan kegiatan untuk menarik, mendukung, dan membantu anggota komunitas, dan tetap berada di atas moderasi, mencegah pelecehan dan perilaku yang tidak diinginkan lainnya.

Hal ini akan memunculkan pekerjaan baru bagi manajer dan pemimpin komunitas, customer support, moderator, evangelist, influencer, advisor, dan kurator.

Builder

Orang-orang dengan profesi ini akan menjadi perancang dan organizer dalam pengalaman pengguna (user experience).

Mereka adalah perancang permainan, pembuat experience, produser, pengorganisasi pemainan / pertunjukan, perancang kurikulum, story teller, dan mereka yang menyusun seni generatif.

Bridger

Perlu diingat, metaverse bukan hanya tempat yang akan kita kunjungi, tapi itu akan ada di sekitar kita. Anggap saja sebagai alam eksistensi alternatif. Beberapa di antaranya akan menjadi lapisan dalam dunia fisik kita, dan seringkali diinformasikan oleh apa yang terjadi dalam realitas fisik.

Dunia metaverse dan dunia fisik perlu dijembatani.

Maka hal ini akan memerlukan sejumlah besar orang untuk berprofesi sebagai digital twin implementator, geotagger, kartografer, naturalis, pemetaan spasial, sejarawan, traffic analyst, pakar kesehatan & keselamatan masyarakat, dan penyedia data.


Dunia berubah begitu cepat karena kemajuan teknologi yang begitu dahsyat, selain terjadinya globalisasi dan faktor alam.

Tetapi, bekerja dengan teknologi bukanlah hal yang perlu ditakuti, dan kemungkinan besar pekerjaan akan melibatkan otomatisasi dalam tingkat tertentu.

Pertanyaannya, bagaimana kita bisa beradaptasi dengan perkembangan yang secepat ini ?

Apakah kamu punya ide yang lebih baik tentang pekerjaan apa yang tidak akan pernah hilang ?

Biarkan pikiranmu menerawang…

Semoga kamu bisa membuat keputusan yang lebih tepat tentang arah yang kamu inginkan untuk karir atau bisnismu.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Konten iklan ini dipilihkan oleh Google sesuai kebiasaan Anda akses informasi
0 Shares:
You May Also Like
Kamu Sudah Tahu Apa Itu Metaverse Sebenarnya?
Read More

Apa Itu Metaverse Sebenarnya?

Banyak orang menganggap metaverse sebagai ruang 3D yang akan mengelilingi kita. Tetapi metaverse bukanlah cuma 3D atau 2D, bahkan tidak memerlukan grafis. Metaverse adalah tentang dematerialisasi dari ruang fisik, jarak, dan objek. Metaverse adalah juga ekosistem industri yang bernilai trillion dollars.
Read More
Read More

Bencana di BSI: Apa Yang Sebenarnya Terjadi?

BSI, Bank Syariah terbesar di Indonesia ini mengalami gangguan yang sangat lama. Pelanggan tidak bisa melakukan transaksi hampir di semua channel. Ketika sebuah bank tidak dapat beroperasi secara normal selama lebih dari 4 jam, maka hal itu dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan, kerusakan reputasi, dan ketidakpuasan nasabah. Ini adalah bencana. Saya akan menjelaskan kemungkinan penyebab gangguan tersebut, dampaknya, langkah demi langkah untuk menanganinya, dan memberikan saran tentang bagaimana bank dapat mempersiapkan hal seperti ini dengan lebih baik di kemudian hari.
Read More
5 Tren Teratas Bisnis Dan Teknologi Di Tahun 2022
Read More

5 Tren Teratas Bisnis Dan Teknologi Di Tahun 2022

Di dunia ini, perubahan adalah satu-satunya hal yang konstan. Ini juga berlaku untuk bisnis dan pekerjaan kamu. Meningkatkan diri dalam pengetahuan dan keterampilan menjadi kebutuhan kamu saat ini, atau kamu akan ketinggalan. Alasannya cukup sederhana, hampir semua hal berkembang sangat pesat. Kita akan mengidentifikasi tren bisnis dan teknologi yang mungkin akan mempunyai pasar besar pada tahun 2022.
Read More