Mengapa Korea Selatan Berkembang Lebih Pesat Dibanding Indonesia Meskipun Merdeka Di Bulan Dan Tahun Yang Sama?

Semua orang tahu, di bulan Agustus 1945, Korea Selatan dan Indonesia muncul sebagai negara merdeka baru di peta dunia, memulai perjalanan pembangunan dan pertumbuhan masing-masing.

Bendera Korsel dan Indonesia

Selama beberapa dekade berikutnya, lintasan perkembangan Korsel dan Indonesia berbeda secara signifikan, yang kemudian mengarah pada pertanyaan, “Mengapa Korea Selatan maju lebih cepat daripada Indonesia?”

Faktor-Faktor Kunci Perbedaan Korsel Dan Indonesia

Saya secara cepat melakukan riset dengan bantuan Bard dan ChatGPT, menggunakan Ilmu & Seni Prompting, untuk menjelaskan faktor-faktor kunci yang mempengaruhi perbedaan ini. Berikut hasilnya:

1. Investasi Dalam Penelitian Dan Pengembangan (R&D)

Menurut data dari Bank Dunia, Korea Selatan secara konsisten berada di antara negara-negara teratas dalam hal pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan sebagai persentase dari PDB. Investasi ini telah mendorong inovasi di berbagai sektor, mulai dari elektronik hingga bioteknologi. Munculnya konglomerat seperti Samsung, LG, dan Hyundai menunjukkan fokus Korea Selatan dalam menciptakan produk mutakhir, dengan banyak di antaranya yang menjadi nama besar di seluruh dunia.

2 . Bidang Pendidikan

Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) melaporkan bahwa pencapaian pendidikan Korea Selatan sangat luar biasa. Sejumlah besar orang Korea Selatan mengejar pendidikan tinggi, terutama Master dan PhD. Penekanan pada keunggulan akademis ini berasal dari nilai-nilai budaya yang tertanam kuat, yang menempatkan pendidikan sebagai landasan kemajuan pribadi dan nasional.

3. Akuntabilitas Dalam Penelitian Publik

Lebih dari sekadar investasi, ekosistem penelitian Korea Selatan memprioritaskan transparansi dan akuntabilitas. Proyek penelitian yang didanai publik sering kali menjalani evaluasi yang ketat untuk memastikan potensi keberlangsungan dan dampaknya. Etos ini beresonansi dengan para peneliti, dan digarisbawahi oleh fakta bahwa banyak dari mereka memandang peran mereka secara langsung melayani kepentingan masyarakat yang lebih luas.

4. Tantangan Sistemik Di Indonesia

Sementara Korea Selatan unggul karena didukung oleh faktor-faktor ini, Indonesia telah bergulat dengan tantangan sistemik, dengan korupsi sebagai masalah utama. Indeks Persepsi Korupsi Transparency International secara konsisten menempatkan Indonesia lebih rendah dari Korea Selatan. Masalah-masalah yang mengakar tersebut tidak hanya mengalihkan sumber daya yang penting, tetapi juga menghalangi investasi asing dan menghambat inovasi lokal.

5. Prioritas Dan Fokus Masyarakat

Prioritas suatu negara memainkan peran penting dalam membentuk lintasan perkembangan bangsa. Sementara Korea Selatan mengefektifkan energinya ke sektor-sektor seperti teknologi dan pendidikan, Indonesia, kadang-kadang, terjebak/terdistraksi pada sektor-sektor yang tidak produktif. Namun, dengan pergeseran Indonesia saat ini ke arah teknologi dan pembangunan infrastruktur, Indonesia kita harapkan siap untuk pertumbuhan yang transformatif.

6. Dukungan Dan Dinamika Geopolitik

Pasca kemerdekaan, dinamika geopolitik juga memainkan peran. Korea Selatan, selama era perang dingin, menerima dukungan ekonomi dan militer yang besar dari AS, yang bertindak sebagai penyangga terhadap Korea Utara yang komunis. Bantuan ini memberikan stimulus ekonomi, memungkinkan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan teknologi. Sebaliknya, kondisi kepulauan Indonesia menghadirkan tantangan unik, mulai dari infrastruktur hingga tata kelola pemerintahan, yang berdampak pada tingkat pertumbuhannya.


Sebagai kesimpulan, meskipun lintasan Korea Selatan dan Indonesia berbeda, masing-masing mempunyai tantangan dan kekuatan unik sendiri. Harapannya, dengan fokus yang berkelanjutan dan komitmen terhadap inovasi dan pembangunan, kita bisa menjembatani kesenjangan pembangunan negara ini, dan bergerak menuju masa depan yang lebih cerah.

Referensi:

Fakta:
Saya menulis artikel ini kurang dari 10 menit dengan menggunakan ~Ilmu & Seni Prompting.~

Konten iklan ini dipilihkan oleh Google sesuai kebiasaan Anda akses informasi
0 Shares:
You May Also Like

Kisah Apple-Microsoft: Bersaing Tidak Harus Dengan Saling Menjatuhkan

Pada awal tahun 1990-an, Apple dan Microsoft bersaing untuk mendominasi pasar komputer pribadi. Namun, pada tahun 1997, Apple kehilangan dominasinya, kehabisan uang, dan terancam bangkrut. Mereka kemudian meminta bantuan saingan terbesarnya, Microsoft. Pesaing besarnya itu setuju untuk menginvestasikan US $150 juta di Apple dalam bentuk saham preferen dengan beberapa syarat. Investasi dari Microsoft memberikan Apple waktu untuk mengembangkan produk baru dan memperkuat bisnisnya. Tahun itu juga momen kembalinya Steve Jobs sebagai CEO yang kembali membawa kesuksesan bari perusahaan. Bagaimana kisahnya?
Read More

Apa Itu Fail Fast?

Keberhasilan membutuhkan banyak kesabaran dan ketekunan. Itu mengharuskan Anda untuk bereksperimen terus menerus tanpa rasa takut. Anda perlu gagal lebih cepat, belajar lebih cepat, memperbaikinya lebih cepat, agar sukses juga lebih cepat. Konsep besarnya adalah iterasi build-measure-learn. Semakin cepat kita melakukan satu siklus iterasi, semakin cepat pula kita berhasil memberi solusi yang dibutuhkan pemakai.
Read More