Angka di Rekening Membuat Gelisah?

tumpukan uang korupsi
image source: Kompas.com

Ada masa ketika saldo Rp 100 ribu membuat tidur tidak nyenyak.

Lalu hidup berubah.

Saldo menjadi Rp 1 juta. Gelisahnya tidak hilang. Hanya naik kelas.
Kemudian Rp 10 juta terasa kurang aman. Rp100 juta terasa menipis. Rp 500 juta terasa sedikit. Bahkan ada orang yang melihat Rp5 miliar di rekeningnya dan tetap merasa belum stabil.

Ternyata yang membuat manusia tenang bukan jumlah angkanya.

Karena kecemasan itu seperti api. Jika sumbernya ada di hati, ia akan membakar apa pun yang dilemparkan ke dalamnya. Kayu sedikit terbakar. Kayu banyak pun tetap terbakar.

Saya pernah melihat orang dengan penghasilan pas-pasan yang bisa tertawa lepas saat makan di warung pinggir jalan. Saya juga melihat orang yang hartanya berlipat-lipat lebih besar, tetapi wajahnya selalu tegang seperti sedang menunggu badai datang.

Masalahnya bukan pada jumlah uang.

Masalahnya pada tempat kita menggantungkan rasa aman.

Uang itu seperti air di telapak tangan. Kita bisa menggenggamnya sekuat apa pun, tetapi selalu ada kemungkinan ia mengalir pergi. Bisnis bisa turun. Pasar bisa berubah. Investasi bisa salah arah. Kesehatan bisa terganggu. Dalam satu kejadian yang tidak pernah masuk perhitungan, angka yang dibangun bertahun-tahun bisa berubah dalam hitungan hari.

Karena itu, bagi orang yang beriman, ketenangan tidak lahir dari besarnya rekening.

Ketenangan lahir dari keyakinan bahwa rezeki bukan berada di rekening, melainkan di tangan Allah.
Rekening hanyalah tempat singgah.

Sumbernya tetap Allah.

Ketika kita yakin bahwa Allah yang memberi, maka kita juga akan yakin bahwa Allah mampu memberi lagi. Dan ketika Allah menghendaki, Dia juga mampu mengambil kembali apa pun yang ada di tangan kita.

Maka ukur kekayaan bukan dari berapa yang tersimpan hari ini.
Tetapi dari seberapa tenang hati kita ketika melihat angka itu naik maupun turun.

Sebab sering kali, orang yang paling kaya bukan yang memiliki saldo terbesar.
Melainkan yang paling yakin bahwa hidupnya tetap dicukupkan oleh Allah, berapa pun angka yang sedang tertera di layar rekeningnya.



Konten iklan ini dipilihkan oleh Google sesuai kebiasaan Anda akses informasi
0 Shares:
You May Also Like

Kisah Apple-Microsoft: Bersaing Tidak Harus Dengan Saling Menjatuhkan

Pada awal tahun 1990-an, Apple dan Microsoft bersaing untuk mendominasi pasar komputer pribadi. Namun, pada tahun 1997, Apple kehilangan dominasinya, kehabisan uang, dan terancam bangkrut. Mereka kemudian meminta bantuan saingan terbesarnya, Microsoft. Pesaing besarnya itu setuju untuk menginvestasikan US $150 juta di Apple dalam bentuk saham preferen dengan beberapa syarat. Investasi dari Microsoft memberikan Apple waktu untuk mengembangkan produk baru dan memperkuat bisnisnya. Tahun itu juga momen kembalinya Steve Jobs sebagai CEO yang kembali membawa kesuksesan bari perusahaan. Bagaimana kisahnya?
Read More

Apa Itu Fail Fast?

Keberhasilan membutuhkan banyak kesabaran dan ketekunan. Itu mengharuskan Anda untuk bereksperimen terus menerus tanpa rasa takut. Anda perlu gagal lebih cepat, belajar lebih cepat, memperbaikinya lebih cepat, agar sukses juga lebih cepat. Konsep besarnya adalah iterasi build-measure-learn. Semakin cepat kita melakukan satu siklus iterasi, semakin cepat pula kita berhasil memberi solusi yang dibutuhkan pemakai.
Read More