Perlombaan lari
Read More

Keberhasilan Bukan Karena Mengalahkan Orang Lain, Tapi Diam-Diam Melakukan Ini

Kita sering merasa lelah dan mengira penyebabnya adalah pekerjaan. Padahal, kelelahan terbesar justru datang dari kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Melihat pencapaian, kecepatan, dan hidup orang lain, lalu tanpa sadar memaksa diri ikut lomba yang bukan milik kita. Tulisan ini mengajak melihat ulang makna sukses, di karier, bisnis, hingga kehidupan sehari-hari. Bahwa pertumbuhan sejati tidak lahir dari mengalahkan orang lain, melainkan dari keberanian fokus memperbaiki diri sendiri, setitik demi setitik, dengan tenang dan konsisten.
Read More
Menjadi Entrepreneur Kelas Dunia
Read More

Pelajaran Dari Peter Thiel untuk Menjadi Entrepreneur Kelas Dunia

Saya menonton video Peter Thiel tanpa niat mencari pencerahan. Hanya jeda di tengah lelah sebagai entrepreneur yang kepalanya penuh keputusan. Tapi satu kalimatnya menghentikan saya: entrepreneur kelas dunia tidak menang dengan berpikir lebih dalam, melainkan lebih luas. Dari sana saya tersadar, banyak keputusan terbesar dalam bisnis justru lahir bukan dari spesialisasi ekstrem, tapi dari kemampuan menghubungkan teknologi, manusia, budaya, dan waktu. Tulisan ini adalah refleksi pribadi tentang mengapa integrator sering melampaui spesialis, dan mengapa melihat lebih lebar bisa menjadi keunggulan sejati.
Read More
Mengapa Cara Belajar Kita Justru Harus Kembali ke Fitrah?
Read More

Semakin Pintar AI, Mengapa Cara Belajar Kita Justru Harus Kembali ke Fitrah?

Orang pintar tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia selalu anak zamannya. Dari era hafalan, pencarian Google, algoritma media sosial, hingga Generative AI, cara manusia belajar terus berevolusi. Namun di balik kecanggihan teknologi, muncul paradoks: otak manusia justru melemah. Di sebuah dauroh di Pondok Pesantren Al Furqan, Gresik, saya mencoba mengajak para asatidzah melihat perubahan ini dengan jernih. Bahwa di masa depan, dakwah dan pendidikan tidak cukup mengikuti teknologi, tapi harus menuntun manusia kembali ke fitrahnya: belajar lewat pengalaman, kesadaran, dan hikmah.
Read More
Mayoritas Hampir Selalu Salah
Read More

Kenapa 97% Orang Salah Dan Hanya 3% yang Berani Berpikir Berbeda

Mayoritas sering kali salah, bukan karena kurang pintar, tapi karena terlalu patuh pada norma yang sudah tidak relevan. Dari kisah Einstein tentang “jawaban yang sudah berubah” saat saya menonton Paul Rulkens di TEDxMaastricht, kita belajar bahwa manusia cenderung hidup autopilot, mengikuti standar lama, dan mengulang pola yang sama. Dunia profesional penuh aturan tak tertulis: rapat wajib, produk harus sempurna, kantor harus fisik. Padahal terobosan besar selalu lahir dari mereka yang berani melawan arus dan menabrak norma. Pilihan untuk menjadi 3% itu selalu ada di depan kita.
Read More
Spatial Intelligence
Read More

Inilah Mengapa Spatial Intelligence Akan Menjadi Revolusi AI Berikutnya

AI sudah memenangkan perang kata, tetapi belum memahami dunia nyata. Manusia sejak bayi belajar ruang melalui tubuh: melompat, meraba, gagal, lalu memahami fisika tanpa rumus. Sopir truk, tukang bangunan, anak yang bermain Lego, semua menunjukkan kecerdasan ruang yang tidak pernah diajarkan kata-kata. Fei-Fei Li menyebutnya spatial intelligence. Dan inilah revolusi AI berikutnya: saat mesin bukan hanya berbicara, tetapi benar-benar hidup dalam dunia fisik seperti kita.
Read More
Startup Founder
Read More

Kalau Kamu Masih Jadi Founder Startup Setelah Tahun 2025 Berlalu, Baca Ini Sebelum Dunia Menggulungmu

Dunia startup berubah cepat, tapi lima aturan ini tetap akan ada meski hype datang dan pergi. Dari memahami bahwa investor bukan tukang sulap, bahwa pendanaan pertama hanyalah pemanasan, bahwa kerja cerdas saja tidak cukup, bahwa pasar tidak memberi “pity profits”, hingga mentalitas “Sekarang apa?” yang memisahkan founder yang bertahan dari yang tumbang. Termasuk satu hukum paling sederhana namun paling brutal: Hukum Gravitasi Startup: uang masuk, uang keluar, dan value di tengahnya.
Read More