Bahagia Tak Dijual, Tapi Bisa Dibeli
Bahagia bisa dibeli, asal tahu caranya. Uang bukan jaminan bahagia, tapi alat. Di tangan yang tepat, ia jadi investasi kebahagiaan: untuk berbagi, menolong, atau mengejar mimpi. Tapi di tangan yang salah, uang hanya jadi sumber stres dan kepalsuan. Lebih dari itu, bahagia sejati tak butuh saldo besar—cukup syukur, sabar, dan taubat. Dunia bilang: tambah uangmu, tambah bahagiamu. Para ulama bilang: tambah taqwamu, itulah bahagiamu. Mana yang benar? Mungkin keduanya. Karena bahagia bukan soal punya banyak, tapi tahu kapan cukup.





