AI Literacy Itu Bukan Soal Jago Prompting — Begini Bedanya
Saya mulai karier dari bahasa assembler, zaman ketika error nggak bisa disalahkan ke "library-nya bug". Saya harus turun sampai level mesin benar-benar berpikir. Setiap teknologi baru muncul, saya tanya: orang paham mesinnya, atau cuma hafal tombolnya? Untuk AI generatif, jawabannya kebanyakan yang kedua. Semua bilang "belajar AI", tapi cuma belajar merangkai prompt. Artikel ini bahas kenapa AI nggak "tahu" fakta, dia menavigasi probabilitas di ruang vektor. Kenapa halusinasi bukan error, tapi koordinat yang salah. Plus cara mengukur makna jawaban AI pakai cosine similarity, bukan menebak kata.




