Di Era AI, Yang Mati Bukan Membaca. Tapi Kemampuan Kita untuk Berpikir Dalam
Kita tidak benar-benar berhenti membaca. Kita membaca WhatsApp, berita, email, newsletter, social media, Kindle, bahkan subtitle. Tetapi ada yang berubah: kemampuan kita untuk tinggal cukup lama bersama sebuah gagasan. Di era AI, masalahnya bukan kekurangan informasi. Kita justru kelebihan informasi. Yang semakin langka adalah attention. Karena itu, yang perlu kita khawatirkan bukan kematian membaca, tetapi kematian deep reading—kemampuan untuk fokus, mengikuti argumentasi secara utuh, dan membiarkan sebuah gagasan mengubah cara kita berpikir.




