Ketika Hidup Tidak Lagi Terbagi Menjadi “Kerja” dan “Liburan”
Banyak orang menjalani hidup dengan membagi waktu menjadi dua kubu: bekerja dan menikmati hidup. Senin hingga Jumat bertahan, akhir pekan menjadi pelarian. Padahal, hidup yang selaras bukan diukur dari seberapa sedikit kita bekerja, melainkan ketika pekerjaan itu sendiri menjadi bagian dari kehidupan yang bermakna. Saat pekerjaan sejalan dengan nilai, tujuan, dan kemampuan, batas antara kerja, belajar, bermain, dan berkarya mulai memudar. Di titik itulah produktivitas tidak lagi lahir dari paksaan, tetapi dari keselarasan. Mungkin itulah makna sebenarnya dari aligned life.



