Perang Iran–Israel–AS 2026: Ketika AI Menentukan Siapa yang Harus Mati
Perang modern tidak lagi hanya soal tank dan misil. Dalam konflik Iran–Israel–AS 2026, algoritma AI mulai memainkan peran yang jauh lebih besar. Sistem seperti Lavender menganalisis ribuan orang untuk menentukan target. The Gospel memetakan bangunan militer dari data satelit dan drone. Bahkan ada sistem bernama Where’s Daddy? yang memantau kapan target pulang ke rumah. Bagi seorang programmer, semua ini terlihat seperti automation pipeline raksasa: data masuk, algoritma bekerja, lalu di ujungnya muncul keputusan mematikan. Masalahnya, seperti semua sistem software, AI juga bisa salah.




