Kesalahan Terbesar Pemimpin Bukan Soal Strategi. Tetapi Cara Memimpin
Selama bertahun-tahun saya mengira menjadi pemimpin berarti harus selalu paling intens, paling cepat, dan paling peduli. Saya pikir semakin besar sense of urgency yang saya tunjukkan, semakin besar pula kepedulian tim. Ternyata yang sering terjadi justru sebaliknya. Apa yang saya anggap sebagai kepedulian, diterima sebagai tekanan. Yang saya anggap sebagai standar tinggi, dirasakan sebagai ketegangan. Di sinilah saya belajar bahwa kepemimpinan bukan soal meredupkan intensitas, tetapi mengubahnya dari panas menjadi cahaya — dari tekanan menjadi kejelasan yang membuat orang lain ikut bertumbuh.



